Pengertian Proyeksi

By | April 17, 2012

Artikel Pengertian Proyeksi

Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan di peta. Karena permukaan bumi secara fisis tidak teratur, maka sulit untuk melakukan perhitungan dari hasil ukuran (pengukuran). Untuk itu dipilih suatu bidang yang teratur yang mendekati bidang fisis bumi, yaitu bidang elipsoida dengan besaran-besaran tertentu.

Pengertian Proyeksi

Sebagaimana yang telah kita ketahui, peta merupakan gambaran konvensional permukaan bumki pada bidang datar dalam ukuran yang lebih kecil. Posisi titik-titik pada peta ditentukan terhadap siku-siku x dan y, sedangkan posisi titik di muka bumi ditentukan oleh garis lintang dan garis bijir.

Dalam konstruksi suatu proyeksi peta, bumi biasanya digambarkan sebagai bola (dengan jari-jari R = 6370,283 km) dengan volume elipsoida sama dengan volume bola. Bidang bola inilah yang nantinya akan diambil sebagai bentuk matematis permukaan bumi. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam perhitungan. Oleh karena itu, persoalan utama dalam proyeksi peta adalah penyajian bidang lengkung ke bidang datar. Apabila bidang lengkung dibentangkan menjadi bidang datar, tentu akan mengalami distorsi dalam luas bentuk dan jarak. Padahal suatu peta di katakan ideal apabila dapat memberikan luas yang benar, bentuk yang benar, dan jarak yang benar. Ketiga syarat ini tidak mungkin terpenuhi, karena itu harus ada yang dikorbankan. Yang harus diupayakan adalah, bagaimana mengurangi kesalahan sekecil mungkin, untuk mendapatkan peta yang ideal.
Macam-macam proyeksi peta

Proyeksi peta dapat pula digolongkan atas beberapa macam, dilihat dari sifat asli yang dipertahankan, bidang proyeksi yang dipertahankan, dan kedudukan sumbu simetris.

a. Berdasarkan sifat asli yang dipertahankan
Berdasarkan sifat asli yang dipertahankan, proyeksi peta dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Proyeksi equivalent, luas daerah dipertahankan sama artinya luas di atas peta sama dengan luas di atas muka bumi setelah dikalikan skala.
  2. Proyeksi conform, jarak sudut-sudut dipertahankan sama.
  3. Proyeksi equidistant, jarak dipertahankan sama artinya jarak di atas peta sama dengan jarak di atas muka bumi setelah dikalikan skala.

 

b. Berdasarkan bidang proyeksi
Berdasarkan bidang proyeksinya, proyeksi peta dibedakan menjadi tiga macam yaitu:

 

  1. Proyeksi azimuthal/zenithal
    Proyeksi azimuthal/zenithal ada;ah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Apabila bidang proyeksi menyinggung bola bumi pada salah satu kutub (Kutub Utara atau Kutub Selatan) disebut proyeksi Azimuthal Normal. Sedangkan apabila menyinggung salah satu titik ekuator disebut Azimuthal Ekuator dan apabila menyinggung salah satu titik disembarang tempat pada bola bumi disebut proyeksi Oblique (miring).
    Pembentukan jaringan-jaringan antara garis bujur dengan garis lintang dapat bervariasi tergantung pada letak titik pusat. Proyeksi dengan titik pusat dari pusat bola bumi disebut proyeksi sentral atau gnomonis. Proyeksi dengan titik pusat dari balik bola yang berlawanan dengan titik singgung bidang proyeksi disebut proyeksi stereografis.
  2. Proyeksi kerucut
    Proyeksi kerucut adalah proyeksi yang menggunakan kerucut sebagai bidang proyeksinya. Apabila kerucut tersebut dalam posisi normal maka garis singgung dari bidang kerucut dengan bola bumi terdapat pada suatu paralel, dan paralel ini disebut paralel standar. Pada paralel standar tidak terjadi distrosi (penyimpangan), berarti faktor skala (scale factor) = 1.
    Apabila kerucut memotong bola bumi disebut secant terhadap bola bumi. Di sini ada 2 (dua) paralel standar, yang berguna untuk memperkecil distorsi. Karena bila daerah yang akan dipetakan membentang dari utara ke selatan, maka kalau memakai proyeksi kerucut dengan suatu standar paralel, akan terjadi kesalahan yang besar untuk daerah yang jauh dari paralel standar.
  3. Proyeksi silinder
    Proyeksi silinder adalah proyeksi yang menggunakan bidang silinder sebagai bidang proyeksinya. Kenampakan yang ada pada bola bumi (globe) diproyeksikan ke bidang silinder dipotong dan dibuka menjadi bidang datar. Sifat proyeksi silinder yang normal adalah lingkaran-lingkaran meridian di proyeksikan menjadi garis-garis vertikal yang sejajar. Lingkaran-lingkaran paralel diproyeksikan menjadi garis-garis horizontal yang sejajar dan tegak lurus dengan meridian. Seorang ahli penataan bernama Mercator mengembangkan proyeksi silinder normal yang cocok untuk pemetaan daerah ekuator yang kemudian dikenal dengan Proyeksi Mercator.

 

c. Berdasarkan kedudukan sumbu simetris
Berdasarkan kedudukan sumbu simetrisnya, proyeksi peta dibedakan menjadi tiga macam yaitu:

  1. Proyeksi normal, sumbu simetri berimpit dengan sumbu bumi.
  2. Proyeksi miring, sumbu simetri membentuk sudut dengan sumbu bumi.
  3. Proyeksi transversal, sumbu simetri tegak lurus pada sumbu bumi atau terletak pada bidang ekuator (di sebut juga proyeksi ekuator)

Tolong dibaca Juga yang ini.!

Welcome to my Personal Blog – Anda sedang membaca artikel tentang Pengertian Proyeksi dan anda bisa menemukan artikel Pengertian Proyeksi ini dengan kata kunci Pengertian Proyeksi, Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Pengertian Proyeksi ini sangat bermanfaat bagi teman-teman Anda, namun Jangan lupa untuk meletakkan link postingan tentang Pengertian Proyeksi sebagai sumbernya

to get more information for related topics Pengertian Proyeksi You can do a search in that category in the menu above, this topic is about Pengertian Proyeksi by somwebs.com

Semoga artikel Pengertian Proyeksi, contoh makalah demam berdarah, makalah demam berdarah, deam berdarah diatas dapat bermanfaat bagi semua. aminn.. – artikel : Makalah Demam Berdarah dengue, Contoh Paper, Cara Membuat paper, Kamus mandarin Onlne, Aplikasi BBM untuk Android, Smartphone Terbaru 2012, Makalah Tentang Mineral, cara setting nokia 3500c sebagai modem, cara seting DHCP pada linux opensuse, Pengertian DHCPDISCOVER, File server, Pengertian file server, Pengertian file sharing, Fungsi samba dalam jaringan komputer, Pengertian Routing, Jenis Konfigurasi Routing, MAKALAH PENYAKIT MENULAR, Makalah Globalisasi, Dampak Globalisasi di bidang Pendidikan, Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi, Dampak Globalisasi dalam Bidang Sosial Budaya, Naskah Pidato Pengaruh Internet Terhadap Remaja, MAKALAH PENGOLAHAN SAMPAH, Makalah Perbandingan Ideologi Pancasila dan Komunis, Makalah Tentang Teori Hukum, Makanan Sehat Untuk Diet, Contoh Abstrak SkrIPsi, Dampak Positif dan Negatif HP, Cerpen Bingkai, Peradilan Rakyat, Sang Primadona, Di Dusun Lembah Krakatau, Network mapping, Menggabungkan 2 Router dan 2 ISP dengan Mikrotik, Menggabungkan 2 Router dan 2 ISP dengan Mikrotik, Cara Menyembunyikan IP adress, Kelas IP Address, Antivirus Untuk USB Flashdisk, Perbedaan Antara Hubs Switch dan Router, CONTOH MAKALAH IPA POLUSI UDARA, PENGERTIAN SAMPAH, Macam Dasar Negara dan Konstitusi, KATA SAMBUTAN PERNIKAHAN, Makalah Pengaruh Globalisasi Terhadap Kebudayaan, Contoh Penutup Makalah, Contoh Karya Ilmiah Tentang Makanan, PERKEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA PADA MASA REFORMASI, Pengertian Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, BUDAYA JAWA TENGAH, Product Key for Win 7 Ultimate, Pancasila dengan Globalisasi, Mengukur Kecepatan Bandwidth Internet, Pengertian Bandwidth, Pengertian Internet, Pengertian DOWNLOAD DAN UPLOAD, Pengertian Cloud Computing, Pengertian Parallel Computing, Pengertian Embedded Computing, Pengertian Real Time, Tahapan Evolusi Software, Karakteristik Software, Jenis Product Software, Jadwal MotoGP 2012 Lengkap, Cara Menambahkan JCalender ke Netbeans, PENGERTIAN KARTOGRAFI, PENGERTIAN DEMOGRAFI, UTM-Universal Tranfer Mercator, Pengertian Ekuidistan, Pengertian Transformasi, Pengertian Proyeksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Current day month ye@r *