MAKALAH LINGKUNGAN HIDUP

By | Publised : October 11, 2011

MAKALAH LINGKUNGAN HIDUP >> Artikel LINGKUNGAN HIDUP

 

Makalah Lingkungan Hidup –  Saat ini, polusi udara dan kerusakan lingkungan yang lain sudah sangat memprihatinkan, terutama di kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Makalah lingkungan hidup menyebutkan bahwa di Jakarta, saat ini ruang terbuka hijau atau taman kota hanya 9 persen dari luas keseluruhan kota. Idealnya, sebuah kota besar harus menyediakan 30 persen lahan untuk ruang terbuka hijau.

 

Apa yang terjadi dengan Jakarta saat ini? Kota itu hampir tenggelam. Setiap hujan tiba pasti terjadi banjir dan menimbulkan masalah bagi masyarakatnya sendiri.

Anehnya, para pejabat kota malah menyalahkan alam. Mereka bilang ini semua karena cuaca yang saat ini sedang ekstrem. Kenapa mesti menyalahkan alam, toh alam akan memberi reaksi sesuai dengan aksi manusia yang menempatinya.

makalah lingkungan hidup

Untuk itulah, keberadaan ruang terbuka hijau menjadi sangat penting, terutama di wilayah perkotaan yang sudah sangat padat dengan bangunan, kendaraan, dan jalan-jalan yang tidak dilengkapi dengan drainase. Dengan terciptanya ruang terbuka hijau, diharapkan dapat tercapai keseimbangan lingkungan yang alami dan sebagai salah satu solusi mengatasi rusaknya lingkungan. Permasalahan ruang terbuka hijau akan kita bahas pada makalah lingkungan hidup berikut.

Ruang terbuka hijau adalah pemberian ruang sebagai lahan terbuka tanpa bangunan yang mempunyai ukuran bentuk dan batas geografis tertentu dengan status penguasaan siapapun, baik swasta maupun pemerintah. Di dalam ruang tersebut ditaman berbagai tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon besar, baik pohon buah ataupun kayu sebagai karakter utama, ditambah dengan tumbuhan perdu atau semak juga herba dan penutup tanah lain sebagai tumbuhan pelengkap.

Di ruang tersebut, atau yang bisa kita sebut taman kota, boleh dilengkapi dengan benda-benda lain sebagai penunjang fungsi ruang terbuka hijau atau taman kota, seperti kolam air mancur. Oleh karena itu, jika kita lihat dari status penguasaan lahan. Taman kota dapat berupa kawasan kehutanan atau kawasan bukan hutan, termasuk di dalamnya tanah hak milik pribadi.

Luas ruang terbuka hijau atau taman sebuah kota telah disepakati dalam KTT bumi yang dilaksanakan di Rio de Janerio, Brazil tahun 1992 dan di Johannesburg. Afrika Selatan tahun 2002 bahwa luas ruang terbuka hijau di sebuah kota yang ideal sedikitnya 30 persen dari luas kota. Angka 30 persen tersebut masih bisa berubah sesuai dengan kondisi fisik kota dan lingkungan sosial yang tercipta.

Fungsi ruang terbuka hijau sangat beragam, namun fungsi utamanya adalah untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Fungsi perbaikan yang paling utama dari terciptanya ruang terbuka hijau di kota-kota besar dan di permukiman padat penduduk yang sudah sangat banyak polusinya adalah kemampuannya menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Ruang terbuka hijau pun berfungsi sebagai lahan resapan air sehingga dapat berperan sebagai pengatur tata air setempat.

Keberadaan ruang terbuka hijau di kota-kota besar sering kali tidak merata bahkan kurang sama sekali, seperti di Bandung dan Jakarta. Fenomena ini berpengaruh terhadap tidak optimalnya fungsi ruang terbuka hijau untuk perbaikan lingkungan setempat. Kita hanya tinggal menunggu waktu alam akan memberi reaksi terhadap aksi manusia yang hidup di dalamnya.

Jika kita tidak segera memperbaikinya, alam pun tidak sungkan untuk memberi bencana. Contoh riil yang bisa kita cermati adalah banjir di Jakarta yang tidak kunjung reda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Current ye@r *