Puisi Islami >> Kumpulan Puisi Islami Terbaru 2011 >> Islam dan Puisi

By | September 10, 2011

Puisi Islami  >> Kumpulan Puisi Islami >> Islam dan Puisi >> Puisi Puisi Islami Terbaru 2011

puisi puisi islamiPuisi Puisi Islami – Puisi mungkin tidak jauh dari nuansa cinta terhadap pacar tapi berikut ini puisi juga bisa bertemakan Agama seperti puisi puisi Islami berikut ini :

————————————————————————————————-

Puisi Taubat

Karena jahil silaulah mata
Oleh gemerlap dan indahnya dunia
Kuturuti nafsu angkara murka
Seakan dunia tiada fana

Kini kusadari
Sejauh apapun kaki ini kulangkahkan
Tak kan mampu aku menghindariMu
Kemanapun wajah ini kupalingkan
Tak kan lepas aku dari tatapanMu

Alangkah pekatnya noda
Hitamnya tiada tara
Betapa rugi yang ku derita
Semoga taubatku kan Kau terima

Wahai Penguasa alam semesta
Aku lemah tiada berdaya
Duhai Pencipta seisi jagat raya
Ampuni aku atas segala dosa

————————————————————————————————

Doa dan Harapan

Ingat aku dalam do’amu: di depan makam Ibrahim
akan dikabulkan Yang Maha Rahim
Hidupku di dunia ini, di alam akhir nanti
lindungi dengan rahmat, limpahi dengan kurnia Gusti

Ingat aku dalam do’amu: di depan makam Ibrahim
di dalam solatmu, dalam sadarmu, dalam mimpimu
Setiap tarikan nafasku, pun waktu menghembuskannya
jadilah berkah, semata limpahan rido Illahi

Ya Robbi!
Biarkan kasih-Mu mengalir abadi
Ingat aku dalam do’a-Mu
Ingat aku dalam firman-Mu
Ingat aku dalam diam-Mu
Ingat aku
Ingat

Amin

————————————————————————————————

Dekatkan Daku Padamu Ya ALLAh

Ya Allah
Ampunilah Dosa-dosa ku
yang mendatangkan bencana
Ampunilah dosa-dosa ku
yang merusak karunia
Ampunilah dosa-dosa ku
yang menahan do’a
Ampunilah dosa-dosa ku
yang menurunkan bala
Ampunilah dosa-dosa ku
yang telah kulakukan
Ampunilah dosa-dosa ku
yang telah ku kerjakan

Ya Allah
Aku datang menghampiri -Mu
Aku memohon pertolongan -Mu
Aku bermohon pada-Mu dengan kemurahaan -Mu
Dekatkan daku keharibaan -Mu
Sempatkan daku untuk bersyukur kepada -Mu
Bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu

————————————————————————————————

Gadis Suci

kain suci menutupi auratmu….
kebaikan menjadi perinsipmu. dan…
senyum senantiasa menghiasi bibirmu.
gadis suci itulah julukanmu.

gadis berjilbab itulah panggilanmu
yang kan terus terukir dalam hatiku….

oh malaikatku…..
kau sungguh makhluk terindah dalam bumi
yang mampu menerangi hatiku yang gelap

oh malaikatku…..
kau telah merasuki relung hatiku……
dengan kecantikan hatimu

oh malaikatku…..
ku terpana padamu….
sejak pertama ku memandangmu.

————————————————————————————————

Tetaplah di sisiku

Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”

Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku

Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu

————————————————————————————————

Puisi Do’a

Robbi…
Aku menemuimu malam ini
tuk sekedar berbincang
dan melepaskan lelahku
setelah langkah ku jauh
dan tak kudapati maknanya

Ya Robb,,
Aku menemuiMu malam ini
memintaMu tuk memberi jawaban
atas rindu yang kupendam
dan air mata yang selalu menetes

Aku ingin Kau tau
telah berkali kakiku tersandung
sakit memang dan sangat
tapi aku tak hiraukan
karena aku ingin sakitku
Kau tebus dengan kasihMu

Ya Robb,,
Bisakah aku memintaMu
tuk kesekiankalinya
walau aku sedikit ragu
mugkinkah Kau mengabulkannya

Aku ingin dalam sisa waktuku
aku diberi kebersamaan dengan
orang yang kukasihi
aku diberi tawa yang indah
untuk kuhiasi dalam rangkaian
kebersamaan ku itu
dan aku diberi cukup rizki
tuk memberikan sekedar bingkisan
agar selalu dikenang…
dan aku diberi ketulusan
tuk ikhlas atas segala anugrahMu..
dan aku ingin diberi air mata
tuk dapat selalu ingat atas dosa-dosa ku

Ya Robb,,
Ampuni aku jika pintaku teramat banyak
Ampuni aku terlalu banyak menuntut
Ampuni aku,,,
dan sujud ku hanya padaMu
Jangan tinggalkan aku…

————————————————————————————————

 

 

 

Doa Dan Harapan

Lirihku semoga jadi doa
Tangisanku semoga jadi sesal
Nafasku semoga jadi tasbih
Tatapanku semoga jadi rahmat
Perkenankanlah Ya Rabb…

Harapanku semoga jadi kenyataan
Resahku semoga jadi jawaban
Deritaku semoga jadi kesabaran
Pelitaku semoga jadi impian
Kabulkanlah Ya Rabb…

Doa di dalam sujud dan ruku
T’lah menghadirkan cahaya
Melaksanakan kepingan sisa harapan
Tuk meraih ampunanMu … Ya Rabb

————————————————————————————————

Puisi Islami oleh Jalaluddin Rumi

PUASA MEMBAKAR HIJAB

Rasa manis yang tersembunyi,
Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.

Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.

————————————————————————————————

Jika kita pahami, sesungguhnya Agama yang mulia ini senantiasa menyeru kepada kebaikan dan keutamaan dan selalu mencegah suatu yang hina.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam berdakwah, salah satunya melalui syair atau puisi Islami. Oleh karena itu, Islam akan selalu bersikap kagum terhadap syair-syair yang berisikan kebenaran dan akhlak yang mulia.

Puisi Islami muncul ketika Islam mulai dikenalkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau, sesungguhnya didalam syair terdapat hikmah. Beliau pernah meminta Hassan bin Sabit untuk mencela musuh-musuh islam dengan syairnya, dengan mengatakan Celalah mereka dan Jibril bersamamu!.

Rasulullah juga pernah merasa kagum dengan syair Hassan bin Sabit yang mencela kaum musyrikin dengan mengatakan Hassan telah mencela dengan sangat mengena. Begitupun yang dilakukan beliau dengan memuji syair Umayyah bin Abi As-Sholt, Khonsa dan juga Kabab bin Zuhair dengan Qoasidahnya Banat Suad.

Sebaliknya, Islam memerangi syair-syair yang menghancurkan islam dan mengajak manusia kepada sesuatu yang hina dan menyebabkan kerusakan ditubuh masyarakat. Rasulullah bersabda terkait dengan syair jenis ini Lebih baik dada kalian dipenuhi oleh nanah daripada harus dipenuhi dengan syair yang demikian.

Pada periode ini muncul jenis syair atau puisi islami baru yaitu syair dakwah islamiyah, syair pembangkit semangat juang, syair untuk mengingat kebaikan para syuhada serta pendeskripsian alat-alat perang. Para periode ini pula jenis-jenis syair yang telah ada sejak zaman Jahiliyah semakin diperkuat dengan ruh islami.

Hingga saat ini, puisi Islami terus berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Salah satu pujangga yang terkenal adalah Taufik Ismail, dengan karya-karyanya yang memuat tema dan pesan Islam.

Karya sastranya tidak dilihat pada simbol Islam saja, seperti doa, masjid, sajadah panjang, peci, jilbab, mukenah, sarung dan sebagainya, namun lebih banyak dilihat pada kata yang sarat dengan makna, nafas, roh dan nilai Islam.

Jika kita melihat nafas puisi Islami yang dibuat Taufiq, ada nilai tidak menyukai budaya dusta dalam fenomena hilangnya budi pekerti mulia di bawah payung (tema) iklim budaya politik tak menentu di tanah air, pada baitnya dalam Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1998) yang mirip syair hija Arab.

Puisi Islami karya Taufik Ismail memiliki status signifikan dalam perkembangan khazanah kesusasteraan Islam di Indonesia, dengan ciri sebagai berikut:

  1.     Pengisian bahasa naratif dengan kekayaan pengalaman religius
  2. Esensi pengalaman itu melampaui derajat diskriptifnya terhadap fenomena.
  3. Nilai Islami pada puisinya tidak terletak pada kata-kata simbol Islam
  4. Kekuatannya terletak pada makna ajaran dan keindahan narasi
  5. Ada nilai hikmah, mauizhah dan irsyadah (tuntunan) dalam Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1998), Ketika Burung Merpati Sore Melayang (1998), Sajadah Panjang dipopulerkan Group Musik Bimbo, Dengan Puisi Aku (…berdoa) 1965, Do’a (1966) dll.

Ada pemahaman akidah dan syariat dank e-Islaman yang benar.

————————————————————————————————–

Artikel : Puisi Islami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Current day month ye@r *